Perbedaan Sinematografi dan Videografi

Perbedaan sinematografi dan videografi. Meskipun sama-sama di bidang audio visual ternyata perbedaannya sangat jauh loh. Simak penjelasannya.

Hai semua, hari ini babproduction.id bakal ngomongin tentang Perbedaan Sinematografi dan Videografi.

Dengan harga kamera yang makin terjangkau dan banyaknya orang yang tertarik sama dunia audio visual sekarang banyak banget orang yang mulai coba untuk merintis karir di dunia videografi. Beberapa orang mulai coba bikin video pre-wedding, video cinematic wedding, video kelulusan, video sunatan, musik video dan lain-lain. Untuk promosiin usahanya banyak yang bikin di bio Instagram mereka cinematic people, videografer, sinematografer dan lain-lain.

Nah sebelum kalian Nulis istilah-istilah tadi di bio Instagram kalian baca dulu artikel ini sampai selesai biar kalian tahu apa bedanya masing-masing istilah tersebut. Jadi perbedaan yang paling mendasar dari videografer dan sinematografer adalah sebagai berikut:

Videografer

Seorang Videografer kerjaannya lebih ke menangkap momen.

Sinematografer

Sedangkan seorang Sinematografer kerjaannya lebih ke menciptakan momen.

Untuk lebih jelasnya kita udah bikin empat perbedaan sinematografer dan videografer yaitu:

  • Cakupan Kerja
  • Proses Kreatif
  • Jumlah Kru
  • Perlengkapan Shooting
Cakupan Kerja

Seorang sinematografer adalah kepala dari Departemen sinematografi, sinematografer bekerja di produksi audio visual yang perlu persiapan dan pemahaman kreatif yang matang. Contohnya:

  • Film
  • Iklan atau TVC
  • Musik Video
  • dan Lainnya

Sedangkan untuk videografer kerjaannya lebih ke dokumentasi acara. Contohnya:

  • Acara Nikahan
  • Event Musik
  • Pesta Ulang Tahun
  • Acara-Acara Lainnya
Proses Kreatif

Kedua yaitu proses kreatif, seperti yang sudah dijelasin diatas Perbedaan Sinematografi dan Videografi. Sinematografer itu lebih ke menciptakan moment, artinya ada proses kreatif yang menjadi perhatian penuh dalam penciptaannya. Kalian pasti semua tahu kalau sinematografer itu bertugas untuk menyampaikan cerita secara visual, kalau bercerita visual berarti ada motivasi dan makna yang lebih dalam untuk bisa melibatkan emosi penonton.

Kurang lebih hal ini bisa kita kenal dengan istilah konsep, nah konsep ini dibuat saat proses pra produksi. Sinematografer menganalisa naskah yang ada lalu berdiskusi dengan sutradara dan production designer untuk nentuin look dan mood filmnya bakal gimana, setelah itu sinematografer bakal mikirin pemilihan lensa, komposisi, pergerakan kamera, tata cahaya dan aspek teknis serta estetika lainnya yang berhubungan dengan Gambar. Bahkan sampai bahan baju yang bakal dipakai aktor pun harus diperhatiin karena bakal ngaruh ke gambar yang dibikin.

Sedangkan untuk videografer yang pada dasarnya mengejar dan menangkap momen, persiapan kreatif yang dilakuin gak sekompleks sinematografer untuk keperluan event misalnya, biasanya seorang videografer bakal dapat brief dari klien mereka bakal dikasih tahu caranya kayak gimana, lokasinya di mana aja, apa aja gambar yang harus diambil dan brief-brief lainnya.

Nah karena semuanya udah ditentuin keputusan kreatif yang diambil pun gak makan banyak waktu dan sifatnya fleksibel banget kaya urusan lokasi seringnya videografer nggak ada waktu buat set lokasi supaya lebih enak dilihat, malah videografer harus mikir gimana mana caranya memanfaatkan lokasi yang ada biar gambarnya bisa maksimal.

Jumlah Kru

Untuk mengeksekusi konsep yang mudah dibuat di proses pra produksi sinematografer bakal dibantu sama anak-anak Departemen camera, lighting dan grip. Karena sinematografer adalah kepala dari Departemen itu, urusan fokus dan teknis kamera dibantu sama asisten kamera, urusan tata cahaya dibantu sama gaffer dan tim lightingnya, urusan camera support kayak camera Movement dibantu sama key grip dan timnya.

Kedengarannya mungkin jadi gampang banget ya sinematografer dibantu sama banyak orang, tapi sebenernya nggak segampang itu juga. Karena saat proses produksi berlangsung sinematografer harus tetap ngawasin kinerja tiap crew supaya konsep yang mudah dibuat bisa tercapai dengan baik.

Nah kalau di produksi film setiap bidang ada orang yang ngurus videografer nggak kayak gitu. Videografer bukan cuman mengoperasikan kamera doang, tapi dia juga dituntut untuk bisa multi talent dan multi tasking. Videografer berurusan langsung dengan klien dan mencoba memenuhi ekspektasi klien dengan budget yang biasanya ya tahu sendiri lah ya.

Selain itu videografer juga harus ngurus sound sendiri, nyewa alat sendiri, nyusun gambar sampai hunting musik yang cocok di audio library juga sendiri, sampe ngeladenin revisian client yang gak beres-beres itu juga sendiri. Tapi hal kayak gitu nggak mutlak kok, kalau kliennya dan budget yang mendukung videografer bisa rekrut kru kecil untuk membantu ngeringanin kerjaan dia, supaya kerjanya juga bisa lebih efektif.

Tapi ya tetep aja jumlah krunya nggak akan sebanyak kru yang ngebantu seorang sinematografer. Perbedaan Sinematografi dan Videografi

Perlengkapan Shooting

Perlengkapan Shooting yang dipakai sinematografer itu biasanya cukup Kompleks. Kalau kita lihat behind the scene film layar lebar dengan budget yang besar, Set up camera dan lightingnya tuh kompleks banget. Contohnya kameranya gede, lensanya gede, lightingnya gede, tripodnya gede dan banyak banget printilan-printilan lainnya ada banyak rel panjang buat Dolly track, lighting stand dan C-Stand ada di mana-mana. Bahkan sampai fokus kamera aja khusus diatur sama asisten kamera. Nah karena alatnya yang ribet dan kompleks biasanya Butuh waktu yang agak lama buat settingnya.

Hal ini tentunya berkebalikan banget sama videografer. Setup videografer itu simple banget kayak udah ada templatenya gitu, biasanya seorang videografer itu pakai kamera mirrorless yang autofokusnya cepet biar gambarnya selalu tajam, lensa bukaan lebar biar gambarnya Bokeh, pakai monopod atau gimbal buat camera Movement. Kalau perlu sound Biasanya videografer tinggal pasang shotgun mic di atas kamera atau pakai recorder yang bisa nyolok ke mixer yang dijagain sama abang soundmannya.

Setup lightingnya juga nggak ribet, bahkan seringnya ngandelin cahaya yang ada di lokasi karena videografer gak ada waktu buat nyiapin lighting yang proper atau kalaupun perlu cahaya tambahan lightingnya juga paling cuman pakai lampu LED kecil dan biasanya ditaruh langsung di atas kamera. Setup kamera, lensa, lighting dan sound yang simpel kayak gitu tujuannya biar bikin videografer bisa lebih nyaman dan bisa lebih fleksibel buat bergerak, karena videografer itu mencari momen.

Oke dari Penjelasan diatas kita bisa bedain kalau sinematografi umumnya untuk produksi film sedangkan videografi umumnya untuk dokumentasi event.

Sinematografi itu menciptakan moment ada effort yang dirancang dengan proses kreatif yang matang, setup yang kompleks dan penuh control. Sedangkan videografi itu lebih ke menangkap momen set up yang simple dan fleksibel.

Tapi yang harus diingat sama teman-teman seorang sinematografer itu nggak lebih baik daripada videografer dan videografer juga bukan berarti lebih baik daripada sinematografer. Seorang sinematografer belum tentu bisa jadi videografer dan sebaliknya videografer juga belum tentu bisa jadi sinematografer.

Sekian artikel dari BAB Production yang membahas tentang Perbedaan Sinematografi dan Videografi. Semoga bermanfaat untuk kalian ketahui dan pelajari. Jangan lupa share ke teman-teman kalian dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Baca Juga: Susunan Divisi Kru Pembuatan Film, Jenis Jenis Lighting